Satgas minta Kejagung deponeering

Bibit and Chandra
Image caption Satgas Pemberantasan Mafia Hukum meminta kasus Bibit dan Chandra dihentikan

Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum meminta Kejaksaan Agung menjalankan langkah deponeering terkait lanjutan kasus pimpinan KPK Bibit Rianto-Chandra M Hamzah.

Deponeering artinya kejaksaan diminta untuk mengesampingkan perkara ini untuk kepentingan umum.

Satgas bentukan Presiden Yudhoyono ini menolak opsi membawa kasus ini ke pengadilan, karena khawatir akan berdampak terhadap kinerja KPK dalam memberantas korupsi.

Opsi utama berupa deponeering ini juga telah disampaikan tim kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan hari Jumat lalu.

Kinerja KPK

Anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana mengatakan pihaknya mendukung deponeering karena opsi ini relatif sedikit berdampak terhadap upaya pemberantasan korupsi.

''Itu sejalan dengan hasil temuan tim delapan dan sejalan dengan pidato presiden,'' kata Denny Indrayana.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

''Jika opsinya melanjutkan ke pengadilan akan problematik karena KPK hanya akan tersisa dua pimpinan yang aktif dan itu akan berpengaruh terhadap kelanjutan agenda pemberantasan korupsi KPK.''

Kejaksaan Agung menurut Denny, meminta waktu untuk membahas masukan ini, dan menjanjikan segera menggelar rapat koordinasi untuk membahasnya.

Sebelumnya seorang pejabat tinggi kejaksaan mempertanyakan usulan deponeering yang disebutnya sulit dan memakan waktu yang panjang.

Alasannya, opsi ini harus ada persetujuan lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Polemik tentang langkah hukum lanjutan ini muncul ke permukaan, setelah Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pekan lalu menolak SKPP atau Surat Keputusan Penghentian Penuntutan perkara Bibit-Chandra yang dikeluarkan Kejaksaan, karena dianggap bertentangan menurut hukum.

Putusan ini menguatkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bulan April 2010 lalu yang menganggap SKPP itu tidak sah.

SKPP dikeluarkan olek Kejaksaan Agung setelah polisi menetapkan Bibit-Chandra dalam kasus dugaan penyuapan.

Berita terkait