Ibu muda Inggris yang gabung ISIS dipenjara enam tahun

Tareena Shakil Hak atas foto AFP
Image caption Tareena Shakil meninggalkan Inggris dan bergabung dengan ISIS pada Oktober 2004.

Seorang ibu muda dari Inggris yang membawa anaknya yang masih kecil untuk bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Suriah dijatuhi hukuman penjara enam tahun.

Vonis ini dikeluarkan oleh pengadilan di Birmingham, Inggris tengah hari yang menggelar kasus ibu bernama Tareena Shakil tersebut.

Ibu berusia 26 tahun tersebut menjadi wanita Inggris pertama yang dinyatakan bersalah dan dihukum karena menjadi anggota ISIS, setelah ia kembali dari wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Tareena Shakil juga dinyatakan bersalah mendorong aksi terorisme melalui pesan-pesan yang ia tulis di media sosial.

Hakim mengatakan adalah sangat mengerikan terdakwa menempatkan anaknya yang masih kecil berpose di samping senjata laras panjang dengan atribut ISIS.

Hakim juga mengatakan Shakil tidak menunjukkan rasa penyesalan dan "menyadari sepenuhnya bahwa anaknya bisa menjadi petempur ISIS di masa depan".

Shakil mengakui pergi ke Suriah pada Oktober 2014 namun membantah berniat bergabung dengan ISIS.

Ia beralasan dirinya ke Suriah untuk melepaskan diri dari "kehidupan keluarga yang tidak bahagia".

Shakil terbang dari bandar udara East Midlands ke Turki sebelum menyeberang ke perbatasan Suriah. Kepada teman-temannya ketika itu, Shakil mengatakan tengah berlibur.

Begitu ia berada di Suriah ia merasa kecewa dan kemudian meninggalkan negara ini dengan menggunakan bus dan taksi untuk masuk ke wilayah Turki.

Berita terkait